Oleh
: Syamsir Effendi “Buyung Leo” Lubis
“Berliku-liku
Sungai Kualuh, bunga kenanga harum setanjung. Hati yang gelap tolong disuluh karena
bidukku patah pendayung. Bunga kenanga harum setanjung ditiup angin dari hulu,
Karena bidukku patah pendayung tak tentu arah hendak dituju”.
Penggalan syair lagu diatas, ciptaan
almarhum Dahlan Nun yang berjiwa seni, dinyanyikan dan dipopulerkan sendiri oleh
beliau.